“Pernah jalan-jalan sama Rhani, antara lain sering makan di Lippo Karawaci,” ujar Suparmin menjawab pertanyaan hakim tentang kedekatan Nasrudin dan Rhani, saat memberi keterangan di persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Senin (14/9/2009).
Selain itu, Suparmin juga menjelaskan kalau dirinya pernah diperintah menjemput Rhani di Plaza Senayan dan Plaza Blok M.
“Namun waktunya saya tidak ingat,” jelas Suparmin.
Meskipun sering mengantarkan Nasrudin dan Rhani jalan-jalan, Suparmin mengaku tidak tahu persis apa hubungan keduanya. Dia juga tidak berusaha menanyakan ke Nasrudin.
Hanya saja pada suatu waktu, Nasrudin pernah menjelaskan kepada dirinya kalau Rhani adalah anak angkatnya.
“Waktu itu almarhum pernah cerita ke saya Rhani itu anak angkatnya,” terang Suparmin.
“Dia itu pendiam dan tidak pernah cerita soal pribadinya,” imbuhnya.
Suparmin juga mengatakan dirinya sering sekali diturunkan di jalan oleh Nasrudin ketika bosnya itu ingin bertemu seseorang. Pada saat menurunkan itu Nasrudin hanya menjelaskan dirinya akan bertemu seseorang.
“Dia bilang akan bertemu orang,” terangnya.
Suparmin dihadirkan oleh jaksa untuk memberikan kesaksian dalam sidang pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen.
Suparmin adalah sopir yang mengendarai mobil BMW B 191 E saat suami siri Rhani itu dihabisi nyawanya di Padang Golf Modernland, Tangerang.
Dipecat dari Pekerjaan
Suparmin juga mengaku, setelah bosnya tewas ditembak, dia dipecat dari pekerjaannya sebagai sopir. Dia bekerja sebagai sopir di PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) sejak 2008, dan ditempatkan sebagai sopir direktur.
“Sekarang sudah dipecat sekitar sebelum pemilu,” ujarnya.
Suparmin menceritakan, saat dirinya diberhentikan sebagai sopir, perusahaan tidak memberi tahu alasan pemecatan dirinya. Padahal dirinya masih memiliki kontrak yang berakhir Oktober 2009.
Menurut Suparmin, perusahaan hanya memberi tahu kalau perusahaan tidak lagi membutuhkan sopir untuk direktur.
“Saya dipanggil bagian kantor, dibilang kontraknya tidak diperpanjang karena perusahaan tidak butuh sopir direktur lagi,” terang Suparmin.Menghadapi pemecatan itu, Suparmin mengaku tidak protes. “Saya tidak komplain terima saja,” ungkapnya.